Begini Cara Hitung Volume Barang Kiriman dengan Rumus Kubik

Begini Cara Hitung Volume Barang Kiriman dengan Rumus Kubik

Saat hendak mengirim barang, Anda mungkin akan bertanya-tanya, berapa biaya yang harus dikeluarkan? Untuk itu, Anda perlu memahami hitungan volume dan kubikasi. Pada perusahaan ekspedisi, cara menghitung volume barang ini menggunakan rumus kubik. Perhitungan ini sangat penting untuk mengukur estimasi harga pengiriman.

Untuk mengirim barang melalui darat, laut, maupun udara, biasanya barang ditimbang dengan besaran kilogram. Namun, jika barang kiriman besar dengan bobot ringan, maka perhitungan volume barang tersebut menggunakan rumus kubik.

Tepatnya, perusahaan jasa freight forwarder ini menggunakan satuan pengukuran barang, yaitu volume kubikasi (CBM / Cubic metre / Kubik meter). Ukuran volume kubikasi barang kiriman ini digunakan karena ada banyak sekali barang pindahan yang memiliki volume sangat besar akan tetapi memiliki bobot yang ringan, misalnya spring bed, lemari laci, meja, dan lain sebagainya.

Sistem pengukuran CBM akan mengukur volume barang yang dikirim oleh angkutan udara atau angkutan laut, maupun darat, yang kemudian menentukan biaya pengiriman. Pengukuran CBM adalah proses vital dalam pengangkutan pengiriman kargo karena biaya transportasi keseluruhan sangat bergantung padanya.

CBM juga merupakan pengukuran yang digunakan untuk mengetahui biaya pengiriman oleh mereka yang mengirim barang menggunakan mode LCL atau Less Container Load. LCL merupakan metode untuk pengiriman barang yang dalam satu kontainer terdiri dari beberapa pengirim yang berbeda.

Rumus kubik juga bisa dipakai untyk menentukan ukuran kontainer yang paling tepat untuk kiriman Anda, dan membantu Anda memindahkan barang dan mengelola biaya pengiriman dengan lebih efektif. Untuk itu, sebelum mengirim barang penting untuk mengecek berapa besar volume barang yang akan dikirimkan.

5 Cara Memilih Jasa Importir yang Tepercaya dan Berkualitas

Rumus Kubik untuk Menghitung Volume Barang

Untuk menghitung kubikasi ini cukup mudah. Anda hanya perlu mengalikan panjang, lebar, dan tinggi kargo. Namun, perhitungan antara volume barang pengiriman via jalur laut dan darat berbeda dengan jalur udara.

Untuk perhitungan jalur darat dan laut hitung volumenya dengan rumus P X L X T / 4000.

Berat volume barang akan berbeda dengan berat sebenarnya. Contohnya barang yang akan dikirim memiliki berat asli 35 kg. Barang memiliki dimensi 50 x 50 x 50 cm3. Satuan kargo darat dan laut adalah 4.000.

Maka berat volume barang tersebut adalah (50 x 50 x 50)/4.000 = 31,25 kg volume. Berat asli lebih besar dari berat volume, tetapi yang digunakan untuk perhitungan adalah berat volume.

Berbeda halnya untuk perhitungan volume barang jalur udara dengan satuan 6.000.

Pengiriman jalur udara biasanya menggunakan kubikasi hanya untuk pengiriman barang dalam ukuran dan jumlah besar. Satuan yang digunakan untuk menghitung kargo udara berbeda dengan kargo darat dan laut. Biaya kargo udara pun lebih mahal, namun barang lebih cepat sampai ke penerima.

Untuk menghitung berat volume kargo udara, satuan yang digunakan adalah per 6.000. Misalnya barang berukuran 50 x 50 x 50 cm3 maka berat volumenya adalah (50 x 50 x 50)/6.000 = 20,83 kg volume. Berat volume ini digunakan untuk perhitungan walaupun berat aktualnya jauh di atas itu, misalnya 50 kg.

Cara Menghitung Volume Kubikasi

Cara perhitungan kubikasi (CBM) adalah sebagai berikut:

panjang x lebar x tinggi barang / 1.000.000 = Cbm.

Contoh perhitungannya adalah sebagai berikut :

Panjang Sofa = 196 cm.
Lebar Sofa = 100 cm.
Tinggi Sofa = 96 cm.

Maka kubikasinya adalah:

(196 x 100 x 96) / 1.000.000 = 1.8 CBM.

Begini Cara Hitung Volume Barang Kiriman dengan Rumus Kubik

Estimasi Tarif Harga

Setelah diketahui total volume kubikasi barang pindahan, kemudian dikalikan dengan rate tarif pindahan yang berlaku di jasa pengiriman. Rate tarif pindahan ini biasanya dipengaruhi oleh jarak pengiriman barang, misalkan tarif untuk rate pengiriman di dalam kota dan luar kota akan berbeda.

Namun, perlu diingat bahwa jasa pengiriman biasanya memiliki syarat dan ketentuan terkait batas minimum kubikasi. Anda bisa mengecek terlebih dahulu ke perusahaan jasa freight forwarder untuk mendapatkan kepastiannya.

Menentukan alamat tujuan dan menentukan ongkir dilakukan dengan mengalikan volume atau kubikasi barang dengan harga per kilogram (untuk volume) atau harga per kubik (untuk Kubikasi) sesuai dengan alamat tujuan.

Contoh menghitung volume:

Misalnya ongkir per kg ke kota A adalah Rp2.000 dan volume barang kiriman Anda sebesar 1.430 m kubik, maka ongkir yang perlu dibayar adalah 1.430 X 2.000 = Rp. 2.860.000

Contoh Kubikasi:

Sebagai contoh ongkir per kubik ke kota A adalah 475.000, dan hasil volume kubikasi barang anda adalah 5,72 m (kubik) maka perhitungan ongkir nya adalah 5,72 X 475.000 = Rp. 2.717.000

Dari kedua contoh diatas maka dapat diambil kesimpulan di dalam perhitungan volume dan kubikasi selalu memerlukan ukuran yang tepat dan menggunakan rumus perhitungan yang tepat pula untuk mendapatkan informasi anggaran biaya pengiriman yang valid.

Nah, semoga penjelasan di atas cukup bisa memberi gambaran bagaimana menghitung volume dengan rumus kubik. Jika Anda bingung, hubungi saja perusahaan freight forwarder kepercayaan Anda dan minta mereka untuk melakukan estimasi biaya pengiriman ini. Mereka akan dengan senang hati membantu Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.